Kesadaran akan olahraga dan konsumsi whey protein di Indonesia semakin tinggi. Menurut riset, sebanyak 45,41% penggiat fitness dan pemula telah mengonsumsi whey protein per tahun 2024. Sementara dari data penjualan melalui e-commerce, kategori sport & performance nutrition juga menunjukkan tingginya permintaan terhadap produk nutrisi olahraga.
Dalam kandungan whey protein terdapat asam amino yang berperan dalam mendukung proses sintesis protein otot dan pemulihan setelah latihan. Whey protein juga dapat menjadi pilihan praktis bagi individu yang sedang menjalani program bulking, cutting, maupun sekadar ingin memenuhi kebutuhan protein harian.
Apa itu whey?
Whey protein adalah sumber protein berkualitas tinggi yang berasal dari susu dan merupakan salah satu produk samping dalam proses pembuatan keju. Whey kemudian diproses dan dikonsentrasikan menjadi bubuk tinggi protein yang mengandung berbagai asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh.

Asam amino tersebut dibutuhkan tubuh untuk mendukung pemulihan otot dan proses pembentukan massa otot, terutama ketika kebutuhan protein meningkat akibat aktivitas fisik yang tinggi. Inilah alasannya mengapa pemilihan whey protein sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan target latihan.
Whey protein juga tersedia dalam berbagai jenis dengan kandungan protein, kalori, lemak, karbohidrat, dan laktosa yang berbeda. Untuk memahami pilihan yang tersedia, berikut jenis-jenis whey protein yang perlu kamu ketahui.
Kandungan dalam Whey
Whey protein memiliki profil asam amino yang lengkap, termasuk alanin, arginin, asam aspartat, sistein, glutamin, glisin, histidin, isoleusin, dan leusin.

Leusin merupakan salah satu asam amino yang berperan penting dalam proses sintesis protein otot. Karena itu, kandungan dan kualitas protein menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan ketika memilih produk whey protein.
Jenis Whey Protein
Whey Konsentrat
Whey konsentrat umumnya memiliki kadar protein sekitar 70–80%, dengan kandungan lemak dan karbohidrat yang masih lebih tinggi dibandingkan whey isolat. Teksturnya cenderung lebih creamy dan dapat menjadi pilihan bagi pemula yang baru mulai mengonsumsi whey protein.
Salah satu pilihan whey protein yang dapat dipertimbangkan adalah MuscleTech Nitro-Tech Whey Protein, yang menggunakan kombinasi whey protein sebagai bagian dari formulanya.
Whey Isolat
Berbeda dengan whey konsentrat, whey isolat melalui proses penyaringan lebih lanjut sehingga kandungan proteinnya dapat mencapai sekitar 90% dengan kadar lemak dan karbohidrat yang lebih rendah. Whey isolat dapat menjadi pilihan bagi individu yang ingin mengontrol asupan makronutrisi atau mencari produk dengan kandungan laktosa yang lebih rendah.
Untuk pilihan whey protein berbasis isolat, kamu dapat melihat MuscleTech Iso Whey Protein yang tersedia dalam koleksi produk MuscleTech Indonesia.
Whey Protein Hidrolisat
Whey protein hidrolisat telah melalui proses hidrolisis yang memecah sebagian protein menjadi rantai peptida yang lebih kecil. Proses tersebut membuat whey hidrolisat lebih mudah dicerna oleh sebagian orang dan dapat menjadi pilihan bagi mereka yang mencari jenis whey dengan proses pengolahan lebih lanjut.
Whey Campuran
Whey protein campuran atau blend merupakan produk yang menggabungkan lebih dari satu jenis sumber whey protein, seperti whey concentrate dan whey isolate. Jumlah protein per sajian bergantung pada formulasi masing-masing produk.
Whey blend dapat menjadi pilihan praktis bagi pemula maupun individu yang ingin menambah asupan protein dalam pola makan sehari-hari.
Siapa saja yang cocok meminum whey?
Whey protein dapat menjadi pilihan praktis bagi:
- Pemula yang mulai menjalani program olahraga
- Atlet dan binaragawan
- Individu yang sedang menjalani program diet atau penurunan berat badan
- Individu yang sedang membangun massa otot
- Individu dengan kebutuhan protein yang lebih tinggi
- Siapapun yang ingin memenuhi kebutuhan protein harian secara praktis
Namun, whey protein bukan pengganti pola makan seimbang. Kebutuhan protein tetap sebaiknya dipenuhi melalui kombinasi berbagai sumber makanan sesuai kebutuhan masing-masing.
Kapan waktu terbaik mengonsumsi whey?
Waktu konsumsi whey protein dapat disesuaikan dengan kebutuhan, pola makan, dan toleransi masing-masing individu. Whey dapat dikonsumsi sebagai bagian dari asupan protein harian, termasuk sebelum maupun setelah latihan.
Sebagian orang memilih mengonsumsi whey sekitar 30–60 menit sebelum latihan atau setelah latihan. Namun, jika konsumsi whey sebelum latihan membuat perut terasa begah atau kembung, waktu konsumsinya dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Selain whey protein, kebutuhan nutrisi sebelum latihan juga dapat didukung dengan produk olahraga lainnya. MuscleTech Platinum 100% EAA+ dapat menjadi pilihan untuk asupan essential amino acids (EAA), sedangkan MuscleTech Vapor X5 merupakan pre-workout yang dapat digunakan sebelum sesi latihan.
Untuk melihat berbagai pilihan whey protein MuscleTech Indonesia berdasarkan kebutuhan dan target latihan, kamu dapat melihat koleksi produk MuscleTech yang tersedia.
